Ai

Fakta Baru Kasus Intimidasi Satpam Bundaran HI yang Jadi Perhatian Dua Gubernur

Jul 29, 2026 IDOPRESS

JAKARTA, iDoPress - Kasus dugaan intimidasi terhadap satpam proyek di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, terus bergulir.

Setelah menyita perhatian publik hingga mendapat respons dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, kini terungkap fakta baru.

Fakta itu mengenai mobil Toyota Alphard yang digunakan tiga anggota Polda Jawa Barat saat insiden terjadi.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani mengatakan, mobil Toyota Alphard tersebut bukan milik anggota kepolisian, melainkan milik seorang warga bernama Aming.

"(Pemiliknya) namanya Aming, warga biasa," kata Ojo saat dikonfirmasi iDoPress melalui pesan singkat, Selasa (28/7/2026).

Menurut Ojo, mobil itu dipinjam oleh Brigadir Raka Putra Wibawa, anggota Polda Jawa Barat yang mengemudikan kendaraan tersebut saat melintas di Bundaran HI pada Rabu (22/7/2026).

"Ya, mobilnya pinjaman ke kawannya," ujar Ojo.

Meski demikian, polisi belum menjelaskan alasan Brigadir Raka meminjam kendaraan tersebut saat berada di Jakarta.

Penyelidikan juga mengungkap bahwa mobil itu menggunakan pelat nomor palsu D 1828 XHQ untuk menghindari aturan ganjil genap. Padahal, nomor polisi aslinya adalah B 97 ELI.

Mobil tersebut sebelumnya dimiliki seorang dokter berinisial EHP.

Namun, kendaraan itu telah dijual sejak 2023 dan status pajaknya diblokir setelah pemilik lama melaporkan penjualan kepada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Banten.

Akibat belum dilakukan balik nama, kendaraan itu tidak dapat membayar pajak karena identitas pemilik pada STNK tidak lagi sesuai.

"Hal ini harus dilakukan karena menyangkut ketaatan bayar pajak dan menyangkut nama baik orang yang namanya tertera di STNK seolah-olah nama di STNK tidak bayar pajak," ujar Ojo.

Atas pelanggaran menerobos lampu merah dan menggunakan pelat nomor yang tidak sesuai, Brigadir Raka telah dikenai sanksi tilang.

Pramono: Satpam menjalankan tugas dengan baik

Kasus ini menjadi perhatian Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung setelah video cekcok antara satpam proyek dan pengemudi Alphard viral di media sosial.