
JAKARTA, iDoPress - Anak komedian sekaligus aktor Simson Rarameha Ngadang atau Temon mengungkapkan keinginan terakhir sang ayah sebelum meninggal dunia.
Temon disebut berharap seluruh anak dan istri-istrinya dapat berkumpul dalam satu kesempatan bersama.
Putra Temon, Rico, mengatakan ayahnya selalu menginginkan keluarganya bisa berkumpul.
"Palingan Papa pengennya kita kumpul aja sih semua. Anak-anaknya, istri-istrinya, itu aja sih," kata Rico saat ditemui wartawan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Senin (13/7/2026).
Hal senada disampaikan putri Temon, Reca. Menurut dia, sang ayah kerap mengungkapkan keinginannya agar seluruh anak dan istri-istrinya bisa berkumpul di bawah satu atap.
"Iya emang maunya gitu, maunya semua kumpul. Semua istrinya, semua anak-anaknya semua kumpul di bawah semua satu rumah. Pengen bareng," tutur Reca.
Tak hanya itu, Reca mengatakan Temon juga ingin menghabiskan waktu dengan bepergian bersama seluruh anggota keluarganya.
"Pengennya diajak jalan emang Papa," ucap Reca.
Reca mengungkapkan, Temon meninggalkan sembilan orang anak dan dirinya merupakan anak kedua.
Di tengah suasana duka, ia mengaku keluarga perlahan mulai mengikhlaskan kepergian sang ayah.
"Kalau kita sih sebenarnya sedih itu pasti ya. Tapi kita juga udah lega aja sih, udah tenang aja. Mungkin Papa sekarang udah tenang, udah seneng, udah enggak sakit, enggak ada beban ya," tambah Reca.
Sebelumnya diberitakan, Simson Rarameha Ngadang atau Temon meninggal dunia pada Minggu (12/7/2026) pagi dalam usia 59 tahun.
Kepergian aktor yang dikenal lewat sinetron komedi "Abdel dan Temon" itu meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga para sahabat dan rekan-rekannya di dunia hiburan.
Kabar wafatnya Temon mengejutkan banyak pihak karena almarhum diketahui tidak pernah menunjukkan tanda-tanda sakit parah.
Pada Minggu sekitar pukul 07.00 WIB, Temon mendadak mengeluhkan nyeri di bagian dada sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit.
Komedian Cak Lontong, salah satu sahabat dekat almarhum, mengungkapkan kronologi saat-saat sebelum Temon meninggal berdasarkan cerita yang disampaikan keluarga.
"Tadi cerita dari istri dan anaknya kan tadi pagi ada gejala yang mengarah ke serangan jantung, katanya karena Bang Temon memegang dada, kesakitan memegang dada kirinya, terus kemudian dibawa ke rumah sakit," tutur Cak Lontong saat melayat ke rumah duka di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Minggu.
Sementara itu, Kodil, roadman yang kerap mendampingi aktivitas Temon, mengaku hanya mengetahui bahwa almarhum memiliki riwayat hipertensi.
"Kalau saya bahkan sebagai roadman itu tahunya Bang Temon punya hipertensi saja, darah tinggi, enggak ada riwayat penyakit jantung," ucap Kodil.
iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang