Ai

Rachmat Gobel

Jul 12, 2026 IDOPRESS

Anda bisa menjadi kolumnis !

Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Daftar di sini

Kirim artikel

Editor Sandro Gatra

PAGI-pagi benar, Jumat, 10 Juli 2026, berita sedih dan pedih itu datang menggelegar, menyusup pelan, tapi pasti, masuk ke dalam rumah saya: Rachmat Gobel menghadap Sang Ilahi beberapa jam lalu.

Ruang rumah saya seolah sontak jadi buram, lalu gelap menggulita. Burung-burung berkicau yang riuh setiap pagi saya dengar dari dahan dan ranting pepohonan, seakan hilang bersama kepergian Rachmat Gobel.

Gobel sedang menjadi anggota DPR RI. Gobel bahkan pernah menjadi Wakil Ketua DPR RI (2019-2024). Pernah menjadi menteri. Ia seorang pengusaha terbilang sukses.

Segala atribut danaksesoris sosial itu, saya sisihkan untuk mengenang sahabat saya ini, sahabat banyak orang dari semua jenjang sosial dan latar belakang apa pun.

Pria yang selalu tampil dengan senyum terkulum itu selalu membuat orang merasa nyaman bersamanya. Senyum tersebut dilengkapi dengan keramahtamahan dalam menyapa, kelembutan dalam bertutur.

Wajahya selalu ceria, menebar pesona kedamaian dan kenyamanan. Siapa pun lawan bicara almarhum selalu merasa risih karena tak kuasa menerima kelembutan tutur dari Gobel.

Lawan bicara acapkali salah tingkah dibuatnya. Keramahtamahan Gobel jadi sempurna dengan sikapnya yang selalu rendah diri. Tak senang disorak-soraki, tak nyaman diayun oleh puja dan pujian.

Ia selalu berikhtiar menempatkan dirinya setara dengan siapa pun. Ia sangat bertalenta menghindari busung dada dalam segala hal.

Tak mudah mengikuti jejak perangai Gobel. Ia tak pernah kehilangan kontrol diri yang membuatnya kehilangan keseimbangan.

Karena itu, Gobel tidak mahir mengumbar maki, menyebar fitnah dan cela. Tak berkemampuan mengumbar marah dan karena itu, tak berbakat menindih orang lain.

Dalam keadaan apa pun yang dihadapinya, Gobel menyelesaikan masalah dengan ketenangan luar biasa. Tidak krasak krusuk mencari solusi.

Gobel tidak gampang memvonis dan menghakimi. Ia selalu penuh kehati-hatian dalam menimbang dan memutuskan sesuatu.

Semua itu karena kemampuannya menjaga keseimbangan antara hati, badan dan pikiran. Dengan itu semua, Gobel jagoan membuat dirinya sebagai pendengar yang baik, ketimbang menjadi pembicara.

Gobel lebih memilih manggut-manggut sembari menebar senyum, dibanding bernarasi dengan nuansa vonis terhadap orang atau sesuatu.

Segala yang tidak masuk dalam nalar dan hatinya, ia ekspresikan hanya dengan kepala yang digeleng-geleng. Tidak mengumbar api kemarahan dan mengayun kapak murka. Ia selalu tenang menghadapi apa saja yang terjadi, termasuk yang mengekang hati nuraninya.