Ai

Ruko di Cipete yang Digeledah Polisi Biasanya Ramai Alphard-Fortuner, 3 Hari Terakhir Mendadak Sepi

Jul 11, 2026 IDOPRESS

JAKARTA, iDoPress - Pekerja dan warga di sekitar ruko yang digeledah penyidik Polda Metro Jaya di Jalan Asem II, Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, menyebut bangunan tersebut biasanya ramai didatangi tamu sebelum penggeledahan dilakukan.

Hilman (22), seorang office boy (OB) yang bekerja di salah satu ruko di kawasan itu, mengatakan, pengunjung kerap datang menggunakan mobil mewah seperti Alphard, Fortuner, hingga Xpeng.

"Kalau pengunjung sih kayaknya banyak orang yang datang. Mobil ramai, mobil-mobil bagus," ujar Hilman saat ditemui iDoPress, Jumat (10/7/2026).

Namun, menurut dia, aktivitas di ruko tersebut mulai menurun sekitar dua hingga tiga hari sebelum penggeledahan.

"Dua hari, tiga hari ke belakang udah enggak ada (mobil datang). Paling ada satu doang yang Fortuner tuh. Biasanya majang di sana," jelas dia.

Keterangan serupa disampaikan Rojib (bukan nama sebenarnya), warga sekitar.

Ia mengatakan, ruko tersebut biasanya ramai meski dia tidak mengetahui aktivitas yang berlangsung di dalamnya.

"Kan dia biasanya ramai ya, ini tumben berapa hari sepi. Tapi ada, cuman satu mobil doang. Tapi enggak lama, hilang, gitu. Biasanya ramai setahu saya," kata dia kepada iDoPress, Jumat.

Sementara itu, Mardi (30), seorang barista di kedai kopi yang berada di kompleks ruko tersebut, mengatakan, keramaian biasanya terjadi saat banyak tamu datang.

Menurut dia, kendaraan para tamu bahkan kerap memenuhi area parkir hingga membuat akses di sekitar ruko menjadi sempit.

"Kalau datang sampai penuhin sini. Jadi kalau datang tuh sempitlah sini," tutur dia saat ditemui iDoPress, Jumat.

Sebelumnya diberitakan, penyidik Polda Metro Jaya menggeledah sebuah ruko di wilayah Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, pada Kamis (9/7/2026) sekitar pukul 23.00 WIB hingga Jumat (10/7/2026) pukul 04.15 WIB.

Usai penggeledahan, polisi membawa sejumlah barang dari deretan empat ruko tersebut.

Barang-barang yang diamankan antara lain koper berukuran besar, monitor komputer, tas berwarna kuning, dan sebuah kotak hitam.

Seluruh barang bukti kemudian dimasukkan ke dalam bus Brimob yang sebelumnya digunakan para penyidik.