Ai

BPJS Kesehatan: 98,62 Persen Penduduk Telah Terdaftar JKN

Jul 3, 2026 IDOPRESS

JAKARTA, iDoPress -Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengungkapkan, capaian kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di akhir tahun 2025 yang mencapai 282,7 juta jiwa.

"Meningkat dari tahun 2024 yaitu 278,1 juta jiwa. Ini artinya 98,62 persen penduduk Indonesia telah terdaftar menjadi peserta JKN," kata Prihati dalam acarapublic expose di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Prihati juga menyebutkan, tingkat ketergantungan dan kepercayaan masyarakat terhadap Program JKN terus menunjukkan tren penguatan yang signifikan.

BPJS Kesehatan mencatat angka pemanfaatan layanan kesehatan oleh masyarakat sepanjang tahun 2025 telah mencapai 725,3 juta kali.

Angka tersebut mengalami lonjakan yang cukup tajam jika dibandingkan dengan capaian pada tahun 2024 yang mencatatkan 673,9 juta pemanfaatan dalam satu tahun.

"Artinya, setiap hari terdapat lebih dari 1,99 juta pemanfaatan. Dan jika dilihat berdasarkan segmen yang menggunakan manfaat dari pelayanan kesehatan melalui program JKN ini, di grafik lingkar ini 38 persen merupakan pengguna PBI JK," ucap dia.

Tingginya angka pemanfaatan ini berbanding lurus dengan peningkatan fasilitas kesehatan (faskes) yang telah bekerja sama untuk memperluas jangkauan akses, termasuk di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

Hingga tahun 2025, tercatat sebanyak 23.770 rumah sakit atau Puskesmas telah bermitra dengan BPJS Kesehatan, yang ditunjang oleh 6.190 faskes penunjang, 4.938 apotek, dan 1.252 optik.

Tidak hanya perluasan jaringan, Prihati mengungkapkan digitalisasi layanan juga menjadi kunci kemudahan akses bagi para peserta.

Sebanyak 22.613 faskes tingkat pertama dan 3.170 rumah sakit kini telah dilengkapi sistem antrean online serta simplifikasi rujukan melalui fitur-fitur Mobile JKN.

Selain itu, kian meningkatnya pemanfaatan ini juga terlihat pada pos pengeluaran biaya layanan kesehatan yang membengkak menjadi Rp191,33 triliun di tahun 2025, naik dari Rp176,11 triliun pada tahun sebelumnya.

Prihati menilai fenomena ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat kini tidak lagi ragu untuk berobat.

"Jadi banyak masyarakat yang bergantung pada JKN untuk berobat, apalagi jika penyakitnya berbiaya mahal atau butuh waktu pengobatan yang panjang. Dan ini harus tetap kita pertahankan dan ditingkatkan," ucap dia.

iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang