
TANGERANG, iDoPress - Pemandangan hangat terselip di balik keriuhan pelamar yang memadati Job Fair Kota Tangerang 2026 di Metropolis Town Square, Kamis (25/6/2026).
Di antara barisan antrean, tampak sejumlah orangtua yang setia mendampingi putra-putri mereka berburu pekerjaan pertama maupun karier yang lebih baik.
Salah satunya ibu Retna (51) yang mendampingi anaknyalulusan Teknik Industri Institut Teknologi Bandung (ITB), Anisa (28).
Retno yang merupakan warga Pasar Kemis rela menempuh perjalanan satu jam demi menguatkan mental sang putri sulung.
“Rasanya kan sudah sarjana semua tapi ya kerjaan belum kedapat lah gitu," ujar Retno saat ditemui iDoPress di lokasi, Kamis siang.
Sebagai orangtua yang membiayai sekolah, dia mengaku senang jika anaknya mendapatkan pekerjaan.
"Bahagia melihat anak pada kerja. Makanya kita ikut mendoakan untuk semua yang daftar di sini,” ujar dia.
Anisa mengaku bahagia didampingi ibunya saat melamar kerja.
Anisa yang sudah tiga tahun lulus ini sebelumnya bekerja sebagai admin toko e-commerce dan kini mencoba peruntungan di sektor formal.
Menurutnya, berburu kerja secara langsung di job fair membantu mengurangi beban pikiran dibanding melamar secara daring.
“Masyaallah banget, beruntung punya mama yang mau support aku. Kalau di sini kan ketemu langsung sama pihak perusahaan, jadi bisa menanya apa yang dibutuhkan. Rasanya lebih semangat saja karena melihat semuanya pada berjuang sama-sama,” ungkap Anisa.
Sementara itu, Ade (53), warga Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang mendampingi putra bungsunya, Rafif (19), seorang fresh graduate SMK jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ).
Ade bercerita, kehadirannya di bursa kerja tersebut bukan hanya untuk membantu sang putra menavigasi lokasi karena baru pindah ke Tangerang, melainkan juga untuk memberikan dukungan moral secara langsung.
“Dia belum tahu jalan, belum tahu sekitar Tangerang, jadi saya temani biar ada temannya untuk sharing. Lagipula, saya ingin dia merasa nanti kalau sudah dapat kerja, ada perjuangan mamanya juga di situ. Jadi support dari mamanya tetap ada,” ujar Ade.
Rafif sendiri diarahkan untuk bekerja terlebih dahulu guna bisa memiliki penghasilan sebelum melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.