
JAKARTA, iDoPress - Pengguna BBM Pertamax mengeluhkan kenaikan harga yang berlaku mulai hari ini, Rabu (10/6/2026).
Kenaikan harga BBM nonsubsidi tersebut langsung diberlakukan setelah ada pengumuman resmi pada Rabu dini hari.
Kristian (40), warga yang sehari-hari menggunakan BBM jenis Pertamax Green menyebut kenaikan harga kali ini memberatkannya.
"Naiknya ampun! Pemerintah kayak enggak punya hati kalau menurut saya ya. Enggak nanggung-nanggung lho naiknya Rp 4.100 (untuk) Pertamax Green," ujar Kristian saat dijumpai di wilayah Gambir, Jakarta Pusat, Rabu.
"Sangat berat bagi saya di tengah semua harga kebutuhan pokok pada naik, ini ikut naik juga lagi," kata dia.
Sehari-hari, Kristian menggunakan motor untuk bepergian dari rumahnya di Rawamangun, Jakarta Timur menuju ke kantornya di Gambir, Jakarta Pusat.
Ia juga harus mengantar kedua anaknya berangkat sekolah di pagi hari dan menjemput istri sepulang kerja.
Selain itu, ada rutinitas belanja bahan pangan pada sore hari lantaran Kristian memiliki usaha makanan.
Oleh karenanya, ia berencana menghemat pengeluaran sehari-hari untuk pribadi setelah kenaikan BBM Pertamax Green.
Menurutnya biaya untuk membeli rokok akan dipangkas.
"Kalau mengurangi pengeluaran, iya. Rokok saya pasti kurangin total," katanya.
Meski harga naik, karyawan swasta tersebut belum berencana untuk berganti menggunakan BBM jenis lain untuk motor matic miliknya yang berkapasitas 160 cc.
Saat ditanya apakah tidak akan mencoba beralih ke Pertalite yang harganya tetap stabil, Kristian khawatir opsi itu akan mempengaruhi kondisi motornya.
"Kalau pakai Pertalite juga kualitasnya menurut saya kurang bagus. Kadang jadi motor suka mbrebet, saringan kotor, kemudian lagi tangki bahan bakar ya banyak kotoran jadinya kalau pakai Pertalite," jelas dia.
Senada dengan Kristian, karyawan swasta lainnya, Farid (26) merasakan kenaikan BBM Pertamax kali ini sangat besar.