
JAKARTA, iDoPress - Sejumlah pedagang warteg dan rumah makan di Jakarta Utara mengeluhkan penurunan pendapatan di tengah kenaikan harga bahan pangan dan berbagai kebutuhan usaha dalam beberapa bulan terakhir.
Salah satunya diungkapkan Dian (45), pemilik rumah makan di kawasan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Ia mengatakan biaya belanja untuk kebutuhan dagang kini meningkat hampir dua kali lipat dibanding sebelumnya.
"Ya kita biasanya kan belanja kan itu kayak standar itu, kayak misalkan nih, kita belanja habis Rp 100.000, jadi sekarang bisa sampai habis Rp 200.000," kata Dian saat ditemui iDoPress, Selasa (2/6/2026).
Menurut dia, kenaikan harga terjadi pada sejumlah bahan pangan yang rutin digunakan untuk memasak.
Salah satunya ikan kembung yang sebelumnya dijual sekitar Rp 5.000 per ekor, kini mencapai Rp 8.000 per ekor.
Selain itu, harga kentang yang biasanya sekitar Rp 18.000 per kilogram kini naik menjadi Rp 20.000 per kilogram.
Meski biaya operasional meningkat, Dian mengaku tidak bisa serta-merta menaikkan harga makanan yang dijualnya.
Ia khawatir pelanggan akan berkurang jika harga menu dinaikkan terlalu tinggi.
“Kalau mahal nanti enggak ada pelanggan,” tutur dia.
Kondisi tersebut berdampak pada pendapatan usahanya yang mulai menurun.
"Pendapatan juga kan biasa minimal itu misalkan dapetnya Rp 2 juta, bisa dapetnya cuma Rp 1,5 juta," ungkap Dian.
Keluhan serupa disampaikan Ayu (50), pedagang warteg di Rawabadak Utara, Koja, Jakarta Utara.
Menurut dia, hampir seluruh bahan pokok yang dibutuhkan untuk usaha mengalami kenaikan harga.
"Ya kalau dibilang parah ya parah banget sih kalau naik semua. Ya segala cabai, segala bumbu itu, sembako itu pada naik," ucap Ayu saat ditemui iDoPress, Selasa.