
BEKASI, iDoPress - Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) di Kota Bekasi menyambut positif rencana penghentian program langganan akses layanan “Hemat” oleh Grab dan Gojek.
Namun, di balik kebijakan tersebut, mereka mengaku khawatir akan muncul potongan maupun pengurangan fasilitas baru yang justru membebani para pengemudi ojol.
Salah satunya disampaikan Edi Prayitno (40), pengemudi Gojek yang telah bekerja sejak 2015.
“Kalau misalnya penghapusan itu terjadi, bagus ya buat para driver. Pokoknya kami senang lah. Cuma kalau benar terjadi, jangan sampai ada hal lainnya yang dinaikkan,” ujar Edi saat ditemui iDoPressdi Stasiun Bekasi, Rabu (20/5/2026).
Edi mengaku khawatir penurunan potongan aplikasi menjadi 8 persen nantinya justru diikuti penghapusan sejumlah fasilitas dan promo yang selama ini dinikmati para mitra pengemudi.
“Takutnya imbas ke gratis isi nitrogen. Sama kalau beli makan kan biasanya dapat potongan, itu yang dihilangin. Jadi ada yang diturunin, ada juga yang dinaikin,” kata dia.
Menurut Edi, layanan GoRide Hemat selama ini cukup membantu dirinya mendapatkan tambahan order. Namun, tarif yang diterima pengemudi juga menjadi lebih rendah dibanding layanan reguler.
“Menurut saya GoRide Hemat ini cukup membantu juga. Tapi di satu sisi berat juga. Misalnya ongkos Rp 10.500 itu jadi Rp 8.800 untuk paket hemat,” ujar dia.
Meski demikian, Edi mengaku tetap mendukung jika program tersebut benar-benar dihapus, selama tidak ada kebijakan lain yang merugikan pengemudi ojol.
Ia juga mengaku selama ini keberatan dengan potongan komisi aplikasi yang sempat mencapai 20 persen per perjalanan.
Namun, di tengah persaingan kerja yang semakin ketat, Edi memilih tetap bertahan sebagai pengemudi ojol demi memenuhi kebutuhan keluarga.
“Kalau sekarang driver itu bukan masalah nominal lagi. Satu hari dapat order lancar saja sudah alhamdulillah,” ujar dia.
Dalam sehari, Edi biasanya membawa pulang pendapatan sekitar Rp 150.000 hingga Rp 200.000 dari 15 hingga 20 pesanan.
Menurut dia, pekerjaan sebagai pengemudi ojol menjadi salah satu pilihan bertahan hidup setelah dirinya diberhentikan dari pekerjaan sebelumnya di sebuah vendor perusahaan sepeda motor.
Keluhan serupa disampaikan Faris (32), pengemudi Grabike yang telah dua tahun bekerja sebagai driver ojol. Ia menilai layanan Hemat memang sebaiknya dihapus karena dinilai memberatkan pengemudi.