Ai

Apa Itu El Nino Godzilla hingga Oktober 2026 dan Seberapa Besar Dampaknya?

Apr 13, 2026 IDOPRESS
El Nino “Godzilla” berpotensi terjadi hingga Oktober 2026. Simak penjelasan ilmiah dan dampaknya bagi Indonesia.

iDoPress - Fenomena El Nino “Godzilla” diprediksi berpotensi terjadi di Indonesia selama musim kemarau tahun ini, sekitar April hingga Oktober 2026.

Istilah ini ramai dibahas karena dikaitkan dengan potensi cuaca ekstrem berupa kemarau lebih panjang dan penurunan curah hujan di berbagai wilayah, termasuk Indonesia.

Namun, apa sebenarnya El Nino “Godzilla”, dan seberapa besar dampaknya terhadap Indonesia?

Apa Itu El Nino Godzilla?

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), istilah “Godzilla” bukan merupakan terminologi resmi dalam klimatologi.

Secara ilmiah, El Nino hanya diklasifikasikan menjadi tiga kategori, yaitu lemah, moderat, dan kuat.

Istilah “Godzilla” lebih bersifat populer untuk menggambarkan El Nino yang sangat kuat dan berdampak luas.

Istilah ini pertama kali dipopulerkan oleh ilmuwan NASA, Bill Patzert, pada 2015 untuk menggambarkan salah satu peristiwa El Nino terkuat dalam sejarah modern.

Di Indonesia, istilah ini kembali digunakan setelah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebut potensi kombinasi El Nino kuat dengan Indian Ocean Dipole (IOD) positif yang dapat memperparah kondisi kering.

Bagaimana El Nino Terjadi?

El Nino terjadi ketika suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur menjadi lebih hangat dari biasanya.

Dalam kondisi normal, angin di wilayah khatulistiwa mendorong air laut hangat ke arah barat, termasuk Indonesia. Proses ini membantu pembentukan awan hujan di wilayah Nusantara.

Namun saat El Nino terjadi, angin ini melemah. Akibatnya, air hangat bergeser ke tengah dan timur Pasifik, sehingga pusat pembentukan awan hujan ikut menjauh dari Indonesia.

Dampaknya, curah hujan di Indonesia cenderung menurun.

Benarkah Bisa Berlangsung hingga Oktober 2026?

Berdasarkan proyeksi BRIN, potensi kombinasi El Nino dan IOD positif dapat terjadi pada periode musim kemarau, yakni April hingga Oktober 2026.

Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa saat ini kondisi ENSO masih berada dalam fase netral dan belum dipastikan berkembang menjadi El Nino.

Sementara itu, outlook National Oceanic and Atmospheric Administration per Maret 2026 menunjukkan peluang El Nino meningkat pada periode Juni–Agustus 2026, dengan probabilitas sekitar 62 persen.